elemen-elemen

“Aku kebakaran!” Ujar Air

“Eh!!?!” Tanah tersedak. Buru-buru Tanah menghabiskan isian gelas minumnya. “Ah, panas!!!” 

Tanah sih malahan buru-buru meminum Air, eh, apa berarti minum Api?

Untung panasnya di dalam, Angin jadi bisa membantu menyejukkan.

Iklan

Pilah pilih yang kita tanam tuai, yuk!

Sore ini aku mendapati suatu kesadaran bahwasanya manusia lebih tertarik terhadap hal yang negatif dan membiarkan diri tenggelam di dalamnya. Sebab itu terjadi padaku baru saja.

Aku membiarkan diriku hanyut di dalam perihal benar salah menurut orang lain yang berdebat pada laman komentar di media sosial, dibandingkan mencari kebenaran dari sumber yang benar.

Menarik, ya?

Prasangka dan praduga bisa membuat kita lemah bahkan melemahkan orang lain. Begitu juga sebaliknya, prasangka dan praduga yang kita miliki bisa membuat diri kuat serta menguatkan orang lain.

Hal yang serupa pun kiranya berlaku pada konsep kebenaran itu sendiri, prasangka dan praduga yang kita miliki berperan penting dalam melemahkan dan memperkuat nilai kebenaran.

Dududuuuuuuuuh, tambah menarik.

Meskipun demikian, perlu juga kita sadari bahwa segala sesuatu yang dapat kita kendalikan, bergantung pada pilihan kita. Pemikiran, perasaan, dan tindakan kita akan terwujud sejauh yang bisa kita kendalikan. 

Itu berarti kita juga punya kendali dalam mengetahui hal yang benar melalui sumber kebenaran dan meyakininya serta menyampaikannya

Di tengah tumbuh kembang dan menjamurnya prasangka dan praduga dalam diri, mudahkanlah kami dalam memilah-milih apa yang hendak kami tanam dalam pemikiran, perasaan, dan tindakan kami ya Allah.
Agar kami dapat menuai segala yang baik, benar, dan bermanfaat menurutMu, sebab Engkaulah Yang Maha Mengetahui

8:24 PM

Pada dimensi yang lain, sama dan beda bisa saja menjadi lain.

Pada dimensi yang lain, yang tidak dimengerti bisa jadi dipahami betul.

Pada dimensi yang lain, yang terasanya sulit dan pahit malahan ramuan paling mujarab 

Pada dimensi yang lain dan hal-hal lain yang jadi paradoks

Oh!

Apakah dimensi yang lain dibatasi oleh hal-hal yang tidak dapat dijangkau? 

Oh!

Atau malah dimensi lain adalah nama lain dari hal-hal yang belum saja dapat kita jangkau sebab berbatas ruang, jarak, pengalaman, dan pengetahuan?

Oh!

​Obrolan Senja di Kereta Malam

Cerita sepanjang perjalanan memang selalu menyenangkan

mudjirapontur

Jakarta cukup dingin ketika aku menolak untuk tidur, sebab jam menunjukkan angka 4:47 sedang jam 10:15 aku sudah harus berada di atas kereta dan siap melaju ke Jogja. Tapi jangan kira aku kemudian terjaga, tidak. Aku terlalu lelah, aku tertidur walau tidak pulas. Lalu bangun segera ketika jam 8:00 alarm di telepon genggamku berbunyi. Segera bersiap dan bergegas ke stasiun Pasar Senen.

Aku menginap di kos temanku, dan membawa dua bukumilik temankutersebut.Orang-orang Sisilia bagian 1 dan 2, itu buku yang kemudian menemani perjalananku.Tentu saja paragraf initidak menjadi paragraf pembuka yang baik ketika aku bercerita, tapi tak apa.

Kereta Gaya Baru Malam Selatan, itu nama kereta yang aku sudah genggam tiketnya. Walau nama keretanya Gaya Baru Malam Selatan, nyatanya dia berangkat di pagi dan siang hari juga. Aku berada di gerbong ekonomi kereta 1, pada kursi no 21 D.

Kursi di sampingku 21 E seorang perempuan, tujuannya sama denganku…

Lihat pos aslinya 1.139 kata lagi